Fokus Kuliah atau Organisasi

by | May 30, 2017 | Article | 0 comments

Saat saya menjadi mahasiswa DKV saya tidak ingin menyia-nyiakan waktu dan kesempatan. Saya ingin menyerap semua kesempatan dalam hal mata kuliah, pergaulan, organisasi, dan semua. Sebagai mahasiswa DKV Saya bukan lagi orang awam yang buta program-program grafis. Saya sudah menguasainya sewaktu saya di institute salah jurusan. Setiap tugas-tugas kulaih yang berpotensi menjadi uang diluar kampus, saya garap serius. Jadi sebagian besar, tugas-tugas kuliah saya adalah garapan real, bukan fiktif yang hanya sebagai tugas untuk mendapatkan nilai.

Seluruh mata kuliah dari semester awal hingga akhir saya petakan, saya analisis lalu saya setting dengan cara saya sendiri agar saya bisa lulus dengan target IPK yang saya tentukan. Kalian mungkin tidak akan percaya bahwa waktu itu saya punya cara bagaimana saya bisa lulus dengan nilai yang memuaskan. Hamper setiap semester IPK saya selalu 3 koma sekian. Metode yang saya pakai bukanlah metode ilmiah tapi buat saya waktu itu cukuplah efektif. Ini bukan cara curang ya… cara yang saya gunakan adalah metode dari teori Goal Setting dan manajemen waktu.

Didalam organisasi saya cukup aktif. Aktif Sekali! Sampai tiap hari, kuliah atau tidak saya selalu ada disana. Pulang ke kos hanya jika ada keperluan khusus, seperti mengerjakan tugas, cuci baju dan mungkin menyendiri.

Tidak sedikit orang tua, dosen dan mungkin teman dekat menyarankan “kalau kuliah kuliah aja… gak usah ikut-ikutan organisasi, ntar kuliahnya gak focus (molor)”. Menurut saya itu adalah saran dan pemikiran yang keliru. Saya cukup termotifasi untuk ikut organisasi kampus karena saya melihat ada banyak peluang disana. Selain itu, suasananya sangat friendly. Saya bisa kenal lebih banyak teman selain teman sekelas. Saya juga terlibat dalam event-event organisasi, bebas bergaul tapi sopan, bebas beraktifitas dalam kreatifitas sendiri atau orang lain. Jadi waktu itu saya berfikir, sangat disayangkan jika saya hanya melakukan aktifitas kuliah yang biasa-biasa saja. Ke kampus, kuliah, ngerjain tugas, trus tiba-tiba lulus. Tidak ada pengalaman tambahan, tidak ada teman bergaul, hambar tak punya cerita.

Jujur saja, ketika saya berkecimpung dalam organisasi, disinilah saya mendapatkan banyak pengalaman dan pembelajaran tentang desain, bisnis dan bagaimana mengorganisasikannya. Saya dapat dengan leluasa mengaplikasikan ilmu-ilmu didalam kelas untuk dieksperimenkan dengan kondisi nyata dilapangan.

Selain itu, Organisasi tidak bisa disalahkan jika kuliah kalian yang molor. Jika kuliah kalian molor karna ikut oranisasi itu tandanya kalian tidak bisa me-manage waktu. Saya bisa membuktikannya dengan diri saya sendiri. Saya kuliah, saya juga aktif di beberapa organisasi, kerja freelance juga ia. Tapi kuliah IPK selalu 3 koma, organisasi sukses, freelance juga sukses. Lulus dengan IPK 3,4 cukup memuaskan. Happy Ending.

Kuncinya Cuma satu, yaitu: manajemen waktu. Jika kalian tidak bisa mengatur waktu, seumur hidup kalian akan kesulitan untuk meraih kesuksesan.

Menurut saya masa perkuliahan bukan hanya bertujuan untuk belajar dan lulus saja. Kita harus memanfaatkan waktu, tempat dan segala resource yang ada untuk bereksperimen dan mewujudkannya dengan ide-ide gila kita, lalu kita belajar dari segala prosesnya. Disitulah sebenarnya fungsi Organisasi Mahasiswa sebagai wadah experiment dan meraih pengalaman bermanfaat yang bisa kita gunakan untuk mencari nafkah.

Banyak dari kita yang tidak sadar akan hal tersebut. Tapi setelah saya Analisa lebih jauh masa-masa saya di organisasi dengan aktifitas pekerjaan saya sekarang, korelasinya sangat relevan.

Setiap perusahaan besar umumnya selalu punya event tahunan. Entah itu event perayaan atau event strategis untuk tujuan promosi. Nah, jika kita yang sebagai karyawan ditunjuk untuk menjadi panitia atau koordinator dari event tersebut, pengalaman berorganisasi akan sangat dibutuhkan. Bagaimana membuat sebuah acara, apa saja yang dibutuhkan, bagaimana menyiapkan peralatan untuk orang banyak, bagaimana menyiasati publikasi event, dll.

Bayangkan, jika event yang kita koordinatori adalah event yang dianggap penting untuk citra perusahaan. Dan ketika event tersebut kita garap ternyata membuahkan hasil yang membuat semua orang puas. Saya tidak menjamin bahwa kita akan mendapatkan promosi, yang jelas kita akan dipercaya dan mungkin akan menjadi panitia langganan (setiap event selalu terlibat).

Jika hal tersebut kita jalani terus-menerus, pengalaman kita akan berkembang dengan sendirinya dan akan menjadi semakin ahli dalam mengelola event atau bisa juga proyek-proyek lain. Nah, disinilah manfaatnya, kita akan punya nilai plus (value) diantara rekan kerja, atasan dan perusahaan.

Saya bekerja sebagai Desainer di perusahaan tambang kelas dunia. Sejak saya bekerja sampai saat tulisan ini saya buat saya tidak pernah lolos sebagai daftar panitia untuk segala event major diperusahaan. Percaya atau tidak segala pengalaman yang sudah saya jalani semasa di organisasi sangat…sangat berguna!

Prinsip saya sewaktu saya jadi mahasiswa adalah memaksimalkan yang minimal dan selalu termotifasi untuk melakukan hal-hal yang sulit. Saya tidak akan membedah satu per satu kesulitan apa saja yang saya alami sewaktu jadi mahasiswa, yang jelas hidup saya lebih sulit dari pada kalian yang sekarang atau teman sekelas saya. Tapi setiap kesulitan tersebut selalu memberikan saya pengalaman terbaik ketika saya berusaha menyelesaikannya.

Jadi lebih penting kuliah atau organisasi? Jawabannya adalah semuanya penting jika kalian bisa memanfaatkan waktu untuk lebih banyak berproses.

Semoga certia saya ini tidak menyesatkan kalian!

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Pin It on Pinterest