Why I Choose Design

by | Apr 30, 2017 | Article | 0 comments

Tahun 2007 saya resmi diterima sebagai mahasiswa di universitas negeri kota Malang jurusan Seni & desain program Pendidikan Desain Komunikasi Visual. Itu adalah langkah pertama saya untuk mengembangkan diri lebih jauh. Saya sudah terlanjur terjebak dalam dunia desain kini saatnya saya melengkapi diri dengan lebih banyak lagi ilmu, pengalaman dan menjadi expert.

Saya menyadari bahwa saat itu desain belum begitu memukau seperti sekarang karena perkembangan digital belum semarak sekarang. Dan saya menyadari bahwa saya sedang ada dimasa transisi bisnis kreatif dimana saatnya nanti Desainer akan menjadi komoditas utama dalam urusan inovasi dan kreatifitas.

Melihat peluang tersebut, keputusan saya untuk meneruskan Pendidikan di jenjang S1 terbilang cukup beresiko karena ketika saya meminta ijin orang tua untuk melanjutkan Pendidikan orang tua saya kurang setuju karna terkendala biaya sudah tidak mencukupi dan mereka menyarankan saya untuk bekerja saja. Kerja apa saja yang penting bisa berpenghasilan. Saya kurang setuju dengan itu. Saya yakin jika saya punya potensi untuk berkembang lebih jauh dalam dunia desain. Akhirnya saya cari cara sendiri untuk mengejar apa yang saya mau.

Setelah mencari informasi dan review, awalnya saya membidik ITB untuk melanjutkan Pendidikan desain saya. Second option adalah universitas negeri Malang. Rencana saya waktu itu adalah mencari pekerjaan di kota bandung agar bisa membiayai hidup dan kuliah. Saya melamar disebuah surat kabar sebagai perawat hewan peliharaan. Rencana saya hamper saja berhasil, sayangnya ketika interview saya ditanya kenapa ingin pekerjaan tersebut, karna terlalu jujur saya jawab bahwa saya sedang ingin menempuh Pendidikan S1 dikota bandung dan saya butuh biaya hidup agar saya bisa kuliah. Dan mereka menolak karena mereka piker jika hal tersebut yang menjadi tujuan saya maka saya tidak akan bisa bekerja dengan baik. Sambal menunggu pendaftaran mahasiswa baru dibuka saya terus mencari peluang pekerjaan dikota bandung dari informasi di koran.

Akhirnya waktu pendaftaran telah dibuka. Saya mengikuti semua tes SMPTB, dll (saya lupa nama dari 2 tes yang lain). Dalam tes, program studi yang saya pilih adalah Desain Komunikasi Visual untuk 2 kampus berbeda, ITB dan Univestitas Negeri Malang. Setelah tes, beberapa hari berikutnya hasil tes keluar dan saya diterima di Universitas Negeri Malang.

Saya lulus ditahun 2012 dengan IPK 3.4 adalah nilai yang cukup memuaskan. Apa yang menjadi prediksi saya tentang dunia desain sekarang mulai terlihat ketika perkembangan teknologi digital berevolusi menjadi komoditas penting. Program-program desain sekarang menjamur bahkan sekolah kejuruan sekarang sudah ada Pendidikan khusus untuk desain. Kata dan profesi Desainer sekarang dikenal sebagai Tukang Gambar. Walau pun agak meleset tapi setidaknya sudah mendingan dari pada dibilang tukang bikin baju.

Jika kalian membaca artikel saya sebelumnya yang bejudul “Hello Design!” saya tidak punya rencana untuk belajar dan terjun berprofesi sebagai Desainer. Dan artikel ini menceritakan tentang alasan saya kenapa memilih desain telah saya jawab di paragraph kedua. Lalu, ini adalah alasan saya ingin tetap berprofesi dalam dunia desain adalah saya ingin membantu kalian dan mungkin saya sendiri untuk memberikan pengalaman dan pengetahuan desain agar masyarakat didalam dan diluar desain dapat lebih mengerti apa itu Desain dan siapa itu Desainer.

So, Semoga menginspirasi!

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Pin It on Pinterest