Hello Design!

by | Mar 30, 2017 | Article | 1 comment

First meet with design

Saya tinggal di kabupaten Bondowoso. Kota kecil di pulau jawa paling timur. Saya lulus SMA tahun 2005. Sebelum lulus sekolah saya didatangi tim marketing dari sebuah institute swasta untuk mempromosikan program-progam Pendidikan profesi yang lokasinya di kota Malang.

Institut swasta ini menawarkan program-program Pendidikan tingkat lanjut setelah SMA untuk memberikan keahlian profefsi agar dapat memiliki keahlian spesifik dalam dunia kerja. Ada beberapa program pedidikan yang mereka tawarkan tapi saya hanya tertarik dengan program Pendidikan computer. Saat itu computer adalah barang baru, benar-benar baru. Saya dan teman-teman saya hanya anak dari petani dan buruh pabrik yang hanya kenal speak bola, layangan dan sawah. Rasanya akan cukup keren jika saya bisa bongkar dan utak-atik barang elektronik yang bernama computer.

Detail ceritanya bagaimana setelah itu saya tidak ingat lagi. Yang saya ingat adalah setelah lulus SMA saya dan satu orang teman saya berangkat ke kota Malang untuk mendaftar di institute tersebut. Singkat cerita kamipun diterima lalu mencari info rumah kos didekat lokasi.

Setelah 6 bulan menjalani program Pendidikan saya baru sadar ternyata saya salah mengambil jurusan. Keinginan pertama saya adalah program Pendidikan informatika dimana saya akan diajarkan program-program computer dan menjadi teknisi computer. Tetapi ternyata yang diajarkan adalah program-program aplikasi desain dimana saya disetting menjadi seorang Desainer Grafis.

Haha, kalian tau…itu seperti kalian sedang berada didalam kereta tetapi ditengah perjalanan kalian sadar jika kereta tersebut sedang membawa kalian ketempat yang tidak sedang kalian tuju.

Lalu apa yang saya lakukan setelah menyadari kalau saya salah jurusan? Keep calm and stay cool. Saya tetap menyelesaikan tugas-tugas dan mendalami praktik-praktik program aplikasi Desain Grafis dan Animasi. Desain grafis ternyata cukup menyenangkan juga. “Saya bisa membuat sesuatu dengan ini” itu adalah pendapat saya tentang desain.

Di saat itu, desain dan desainer bukanlah komoditas yang cukup popular seperti sekarang. Banyak orang yang belum mengenal apa itu desain dan profesi desainer. Teman saya di kampung bilang, “Desainer??? Oh, yang suka bikin-bikin baju itu ya?”

Pekerjaan dan program aplikasi desain grafis waktu itu masih dimonopoli oleh agensi-agensi periklanan. Seperti, majalah, koran dan media pubilkasi outdoor. Setelah lulus dari institute saya sempat magang dan bekerja di sebauh perusahaan advertising di kota Malang. Pengalaman tersebut tidak lama, hanya skitar 6 bulan saja. Tetapi selama saya disana saya mendapat banyak pengetahuan tentang proses pra-cetak dan produksi media cetak massal (cetak offset). Saya ingat, 1 bulan sebelum saya pamit dari advertising, mereka baru saja membeli mesin cetak baru untuk memproduksi billboard. Saya ingat betul, mesin itu adalah mesin cetak digital yang akan merubah jalannya bisnis advertising.

Disekitar kita banyak sekali orang sering melakukan kesalahan, salah satunya adalah salah jurusan. Tapi setiap kesalahan apapun bentuknya menurut saya itu adalah hal yang wajar. Bahkan mungkin saat ini mereka yang sedang menjalani kuliah diprogram Pendidikan apapun masih banyak yang merasa salah jurusan. Jika anda adalah salah satu dari mereka, saran saya adalah kalian jangan sia-siakan waktu kalian. Salah jurusan belum tentu salah masa depan.

Bahkan orang-orang besar seperti Steve Jobs, Bill Gates dan Mark Zuckerberg tidak pernah tamat kuliah, tetapi mereka tetap bisa sukses. Jurusan dan perkuliahan itu tidak selamanya akan menentukan kesuksean kita dimasa depan. Dan yang saya tahu, semua orang sukses tidak pernah rela membiarkan waktunya terbuang sia-sia. Kita boleh saja nanti punya profesi yang tidak pernah ada kaitannya dengan perkuliahan kita, tapi yakinlah apapun yang kita pelajari tidak ada yang sia-sia. Mungkin tidak untuk pekerjaan kita, tapi pasti akan berguna untuk hal lainnya nanti. Prinsip saya adalah jika ada kesempatan pelajarilah segala hal, karena kita tidak akan tahu keahlian apa yang akan kita butuhkan nanti untuk kesuksesan kita.

Itu adalah sedikit cerita yang bisa saya sharing tentang pengalama pertama saya memilih desain. Next artikel saya akan menceritakan why I choose design. Semoga menginspirasi!

 

Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
A WordPress Commenter
5 years ago

Hi, this is a comment.
To get started with moderating, editing, and deleting comments, please visit the Comments screen in the dashboard.
Commenter avatars come from Gravatar.

Pin It on Pinterest